serat dewaruci

 

 

 

 

 

 

Bima, termangu di tepian samudera, tanpa tempat bertanya
sesirnanya naga nemburnawa
anak kecil bermain-main di atas laut, Dewaruci
menghampiri
“Hai Bima, apa yang kau cari di tengah samudra ini?”
ditatapnya iba
tirta parwita tak pernah ada

sepi menjadi kaca
“Masuklah ke dalam diriku”

ucap Dewaruci
Bima terbahak
tubuh hamba sebesar bukit
paduka bocah bajang
sekedar kelingking pun tak ‘kan muat

lewat telinga kiri
luas

samudera tak bertepi
alam bak ruang hampa, tak berbatas
tanpa utara selatan
atas bawah
pun depan belakang

mata Bima menangkap sekelebat cahaya
wajah kiblat
hitam, merah, putih, kuning
berujung “siji wolu kang warni”
mentari menyamankan rasa hati Bima
ketika itulah anak kecil itu berkata,
kau adalah Aku
Aku adalah dirimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s