absurdrenalin: the road always taken

Jalan itu, bisa dikatakan jalanku, karena cuma itulah jalanku..jalan yang membawaku ke mana pun aku hendak pergi. Pun sebaliknya, jalan itu membawaku pulang menuju rumah. Tak terhitung aku melewati jalan itu. Tak terhitung karena cuma itulah jalanku. Tak terhitung karena memang tak perlu kuhitung. Meskipun tak terhitung, tak semua yang tinggal di jalan itu mengenalku. Tak kenal, tetapi tak berarti tak saling tahu karena tak jarang kami bertemu.

Aku tahu persis jam-jam tertentu beberapa keluarga berangkat kerja, kuliah, atau bahkan mengantar jemput anaknya sekolah. Mobilnya terjadwal lalu lalangnya. Ketika malam tiba, ada AC gaduh di rumah lain seolah sudah memasuki masa lelah. Mobil yang lain bahkan sering harus dipanaskan sedemikian lama sambil menebar gas carbon monoksida-nya di depan halamanku. Ramai sekali. Sekumpulan anak muda rajin berkumpul dan berbincang sambil menunggu mobil itu panas di tepi jalan. Entah malam, atau malah pagi yang masih buta. Aku juga tahu persis tentang para ‘mbak-mbak’ yang jika di pagi hari, gemar bergosip santai sambil menyusuri jalan sembari mendorong kereta bayi lantaran menunggu kedatangan pak tukang sayur. Ya, aku hampir hafal setiap irama jalan itu.

Aku tak mengenal mereka yang aku ceritakan di sepanjang jalan ini. Siapa pun mereka, betapa pun aku tak mengenalnya, aku selalu bertegur sapa, meski tanpa kata-kata, hanya dengan senyuman dan anggukan kepala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s