demam boy band ala Korea

Meskipun terkesan mencontek atau meniru–gaya Korea, dance, bahkan jumlah personil–kemunculan boy band di Indonesia ala boyband Korea akhir-akhir ini agaknya telah membuktikan bahwa kiblat blantika permusikan telah bergeser ke arah sana. Hal ini dibuktikan dengan seringnya mereka berseliweran di layar televisi. Fansnya pun semakin menjamur, dapat dilihat dari gandrungnya penikmat musik dari tanah air, yang kebanyakan adalah para remaja, terutama kaum hawa. Tak terlewatkan anak-anak, yang tak mampu menyanyikan lagu daerah, dan justru hafal dengan lagu-lagu boy band tersebut. Konon, alasannya ‘katanya’ karena personilnya keren-keren. Ya, siapa sangka, hanya dengan berbekal tampang yang enak dipandang, ‘njoget-an’ dan lip-sync (karena suara pas-pasan kali ya?!), saat-saat ini justru menjadi momen keberuntungan mereka..termasuk keberuntungan girl band.

Mungkinkah masyarakat Indonesia terpesona dengan fenomena lip-sync Keong Racun dan pak polisi Briptu Norman Kamaru?! Krisis idola berkualitas, mungkin itu jawabannya..atau malah ‘plin plan’, seleranya berubah-ubah terseret arus trend gombalisasi global. Mari kita ingat, sesaat sebelum menjamurnya boy band, dunia permusikan tanah air dilanda dengan virus ‘Metal’ alias melayu total. Boy band kemudian seolah tumbuh subur di hutan kejenuhan aliran ‘Metal’. Para pihak yang berkepentingan pun kemudian memanfaatkan, mencari rupiah dan mengesampingkan kualitas, hanya “menjual” tanpa mengesampingkan makna. Menyedihkan…

Zaman memang berganti, tetapi bukan berarti malah mengalami kemunduran. Iwan Fals dkk menjadi sosok yang dirindukan karena syair cadasnya yang mengena. Seni, tetapi tetap bermutu. Teringat dengan kata-kata salah satu pakar Sastra, “Bangsa di masa depan itu mau seperti apa, tergantung pada apa yang mereka baca sebelumnya.” Bangsa Inggris konon katanya menang pada suatu peperangan dan jadi bangsa yang besar karena membaca sejarah dan bangsa Romawi hancur karena bangsanya sering membaca tentang kemewahan. Membaca, tak terbatas pada buku, termasuk apa yang dilihat. So, apabila sekarang bangsa kita tontonannya boy band, klenik, potret kehidupan selebritis, sinetron para petinggi negara..kira-kira seperti apa bangsa kita di masa depan?!

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s