“Imajinasi itu lebih penting dari Ilmu Pengetahuan”

Sebuah catatan dari Pesantren Guru SD Muhammadiyah se-kecamatan Wno @ SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari; dengan pemateri dr. Ida Rochmawati, M.Sc., Sp.KJ. dan tajuk “Imajinasi itu lebih penting dari Ilmu Pengetahuan” ..

Potret Wajah Pendidikan di Indonesia..begitulah inti yang ingin disampaikan oleh Bu dr.Ida. Beliau mengajak kita untuk mulai membaca, melihat, mengamati, dan melakukan sebuah perubahan tentunya..karena guru bukanlah Buruh Pendidikan..rampung mulang nompo gaji, uwis.

Menjadi guru memanglah tidak mudah..karena guru bukan sekedar ‘mengajar’ namun juga ‘mendidik’. Sementara pendidikan di Indonesia yang berkiblat ke dunia Barat justru ‘memberatkan’. Hafalannya seabreg..sehingga ada hal yang terlupakan. Misalnya saja ketika seorang murid ditanyai tentang kapan perang Diponegoro berlangsung..kita lupa menjelaskan apa esensinya. Wajar kemudian kalau nasionalisme pada anak-anak akhirnya kurang menghujam kuat. Begitu juga ketika murid-murid sekarang kurang mempunyai ‘unggah-ungguh’ karena memang kurang ditekankan akan kecintaan mereka terhadap budaya kita. Kemudian ada penghargaan untuk murid yang meraih nilai Matematika tertinggi, tetapi kenapa tidak ada penghargaan untuk murid teramah atau yang sudah berlaku jujur?!

Trend pendidikan kita yang berkiblat ke dunia Barat pada faktanya justru bertolak belakang; karena mereka justru sudah meninggalkannya. Di Jepang (2000) dan Singapura (2006), misalnya, sudah menerapkan sistem pendidikan yang HOLISTIK : body, mind, soul; makna dan misi kehidupan adalah “pendidikan hati”. Kemudian mahasiswa Kedokteran Universitas Colombia menerapkan kedokteran naratif (dongeng), mahasiswa Kedokteran Universitas Yale belajar melukis agar mampu mengimajinasikan letak bagian-bagian tubuh manusia, dan UCLA mengeluarkan indeks empati. Pelajaran Bahasa dan Kesenian sama pentingnya dengan Pelajaran Matematika. Akademis bisa dipelajari, sedang intruisi cuma bisa diasah. Oleh karena itu, menurut dr.Ida pendidikan di Indonesia seharusnya menjadi High Concept dan High Touch.

Adapun Konsep Pendidikan Empati menurut dr.Ida adalah sebagai berikut :
1. Tidak hanya argument tetapi juga cerita
Esensi dari persuasi, komunikasi, dan pemahaman diri sendiri menjadi suatu kemampuan untuk menciptakan kisah yang menarik.
2. Tidak hanya fungsi tetapi juga design
Menciptakan sesuatu secara ekonomi penting dan berharga, tetapi penting menciptakan sesuatu yang indah, fantastis, dan menarik secara emosional.
3. Tidak hanya fokus tetapi juga simponi
Pendidikan spesialistis penting tetapi tidak boleh mengabaikan sintesa dan kombinasi yang mengesankan.
4. Tidak hanya logika tetapi juga empati
Logika tidak boleh mematikan nilai-nilai kasih saying dan perhatian pada sesame.
5. Tidak hanya keseriusan tetapi juga permainan
6. Tidak juga akumulasi tetapi juga makna
Mengejar materi itu ‘boleh’ tetapi kebahagiaan tidak sekedar mengejar materi namun masih ada kesenangan yang lebih bermakna : tujuan hidup, spiritual, dan memberi manfaat bagi orang lain.

Guru merupakan spirit perubahan dan pelaku perubahan itu sendiri. Kenapa sulit?! Karena kita takut..takut berubah, takut beda, takut tidak bisa “hidup”, dan takut keluar dari safety zone. Sebagaimana dikutip dr.Ida tulisan Rhenal Kasali “Ciri masyarakat komunal: bila ada orang lain yang berbeda ‘dibentuk’ agar sama dengan mekanisme rumor/ gosip. Dengan demikian gosip lebih ditujukan kepada ‘mereka yang tidak sama’ supaya menjadi sama”.

Perubahan itu memang sulit adanya..prosesnya terkadang menyakitkan, butuh biaya besar, dan belum tentu membawa kebaikan alias spekulatif. Namun demikian, perubahan juga bisa terjadi dengan inovasi yang dimulai dari hal yang kecil. Tips Kaizen : 1) buat target perubahan kecil yang menyenangkan, 2) esensinya bukan besar kecilnya perubahan tetapi spirit perubahan itu sendiri. Bayangkan saja ketika seorang guru berkata pada muridnya, “Anak-anak, syarat kelulusan tahun ini adalah 4..kalian harus mencapainya kalau mau lulus dan dapat sekolah bagus”..pasti mereka takut dan khawatir. Berbeda ketika seorang guru berkata, “Anak-anak..hari ini kalian hebat..besok lebih hebat lagi ya..”.

13 Ramadhan 1430 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s