keistimewaan otak wanita

Soejono Dardjowidjojo, mengutip pendapat Steinberg, menyatakan bahwa ada perbedaan antara otak pria dan wanita yaitu dalam hal bentuknya, hemisfer kiri otak wanita lebih tebal daripada hemisfer kanan. Mungkin hal inilah yang menyebabkan kelas jurusan bahasa biasanya lebih didominasi oleh wanita. :)

Kemudian majalah Femina edisi bulan Juni 1999 menurunkan artikel yang berjudul “Otak kita, keunggulan kita”, dan yang dimaksud dengan “kita” disini adalah wanita. Dalam tulisan itu diakui memang ukuran otak pria lebih besar antara 10-15% daripada wanita. Konon, karena lebih besar inilah, otak pria dianggap lebih unggul. Padahal pada penemuan mutakhir di bidang Neurologi menegaskan bahwa otak wanita berfungsi secara berbeda dengan otak pria dan perbedaan itu membuat wanita lebih unggul.

Nah, dimanakah letak keunggulan otak wanita??

1) Otak wanita lebih seimbang

DR. Raquel Gur, Psikiater dari Universitas California mengatakan bahwa memang tidak ada seorang ahli pun yang bisa menyodorkan kesimpulan apa arti perbedaan fisik otak wanita dan pria. Namun yang jelas meskipun otak wanita melakukan pekerjaan yang sama namun cara kerjanya berbeda. Asumsi perbedaan cara kerja otak wanita tersebut dapat dikukuhkan oleh perbedaan sel-sel saraf atau neuron otak wanita lebih kaya dibanding otak pria. Misalnya kesan “cerewet” yang melekat pada wanita mengandung arti bahwa wanita mempunyai kemampuan verbal yang tinggi, ternyata dapat dilacak sampai ke otaknya. Daerah otak wanita yang mengurus kemampuan kognitif tingkat tinggi (termasuk kemampuan berbahasa) lebih banyak neuronnya dibanding dengan daerah yang sama pada otak pria.

Selain itu kanak-kanak perempuan lebih cepat pandai bicara, membaca dan jarang mengalami gangguan belajar. Penggunaan otak kiri dan otak kanan secara serempak membuat wanita dewasa lebih lincah dalam soal verbal dibandingkan pria. Terbukti bahwa dalam waktu yang sama wanita sanggup menyebutkan huruf lebih banyak dan lebih cepat mengingat huruf daripada pria. Begitu pula jika wanita terserang stroke atau cidera otak, kemampuan berbahasanya tidak terlalu terganggu dan kalaupun terganggu akan lebih cepat pulih dibandingkan dengan otak pria.

Dari beberapa bukti diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan wanita dalam menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan lebih kuat dibanding pria. Sering kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari terutama para guru bahwa anak perempuan lebih mudah focus pada pelajaran dibandingkan anak laki-laki yang lebih cepat bosan dan mudah terganggu dengan kondisi lain diluar kegiatan belajar. Contoh lain juga wanita cenderung suka mengungkapkan perasaannya dalam bentuk tulisan seperti menulis di diary. Kemampuan mengekspresikan perasaannya itu dikontrol oleh otak bagian kanan sedangkan kemampuannya membahasakan kembali apa yang ia rasakan tadi berada pada otak sebelah kiri.

2) Otak wanita lebih tajam

Ketajaman otak wanita menurut DR. Thomas Crook yang dikutip dalam buku Psikolinguistik karangan Abdul Chaer dapat dilihat dari beberapa hal. Setelah dilakukan pengujian indra, indra penglihatan wanita lebih tajam daripada pria meski yang lebih banyak memakai kaca mata adalah wanita. Penglihatan wanita mulai menurun memasuki usia 35-44 tahun sedangkan pria pada usia 45-54 tahun. Pria juga lebih tidak tahan terhadap sinar terang dibanding wanita.

Pada indra pendengaran wanita juga lebih tajam dibanding pria. Maka tidak mengherankan jika pada malam hari wanita lebih cepat terbangun ketika mendengar tangisan bayi dibanding laki-laki. Pendengaran wanita mulai berkurang menjelang usia 60 tahun sedangkan pria menjelang usia 50 tahun.Dari segi daya ingat, wanita juga cenderung lebih mudah mengingat secara detail suatu kejadian dibanding laki-laki. Hal itu terjadi karena wanita punya cara unik untuk menyimpan memorinya yaitu dengan cara mengaitkannya dengan perasaan dan emosinya (hemisfer kanan).

Bukti-bukti diatas semakin memperkuat bahwa otak wanita lebih tajam daripada pria. Bukti lain yang penulis temukan juga bahwa wanita cenderung susah melupakan pengalaman yang sangat menyentuh perasaannya. Hal itu sering ia ungkapkan kembali melalui bahasa tulisan seperti diary, puisi, lirik lagu dan sebagainya.

3) Lebih awet dan lebih selektif

Ruben Gur sebagaimana dikutip dalam buku Psikolinguistik karangan Abdul Chaer mengatakan bahwa otak pria mengerut lebih cepat dibanding otak wanita meskipun sebenarnya otak pria lebih besar dibanding otak wanita. Hal itu terlihat ketika keduanya sama-sama memasuki usia 40 tahun, bagian depan otak pria menyusut sehingga besarnya menjadi sama dengan otak wanita. Hal lain pun juga ikut menyusut seperti daya ingat, konsentrasi dan kesabarannya. Temuan lain adalah pada waktu rileks ada perbedaan dalam system limbic yang mengolah keseluruhan emosi. Rileks pada pria sama dengan mematikan kerja bagian reptilian brain yang memicu ekspresi emosi primitive berupa agresi dan kekerasan. Sedangkan pada wanita rileks sama dengan mematikan bagian yang disebut cingulated gyrus, yaitu bagian yang mengendalikan ekspresi simbolis seperti gerak-gerik dan kata-kata. Dengan kata lain gerak aktif pria cenderung pada gerak fisik seperti berkelahi sedangkan pada wanita lebih banyak pada kata-kata. Maka tidaklah heran apabila dalam keadaan ekstrim, misalnya marah, pria lebih suka berkelahi sedangkan wanita lebih suka bertengkar dengan kata-kata.

Sumber : Buku Psikolinguistik karangan Abdul Chaer dan Soejono Dardjowidjojo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s